Categories
artikel

Cara Menyampaikan Pendapat Dengan Baik dan Benar Dalam Forum dan Musyawarah

Sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, kita sebagai rakyatnya diperbolehkan untuk mengungkapkan pendapat yang kita miliki, asalkan tetap sesuai dengan kaidah dan aturan yang telah ditetapkan.

Dalam mengemukakan sebuah pendapat ada beberapa hal yang harus sangat kita perhatikan. Mengungkapkan sebuah pendapat tidak boleh dilakukan secara semena-mena dan seenaknya saja, karena tanpa kita sadari pendapat kita nantinya dapat menyakiti dan melukai perasaan banyak orang. Untuk itu Iky telah merangkum 10 cara menyampaikan pendapat dengan baik dan benar yang bisa kamu terapkan dalam mengemukakan pendapat di dalam sebuah forum ataupun musyawarah yang tujuannya untuk mencapai kesepakatan bersama. Berikut caranya:

  1. Pikirkan Terlebih Dahulu Apa yang Hendak Kamu Sampaikan

Ada sebuah pepatah yang mengatakan agar kita jangan menjadi orang yang “Tong kosong nyaring bunyinya” artinya apapun yang kita katakan itu tidak berbobot dan tidak ada nilainya, hanya sebuah kata-kata saja, bahkan dampak dari perkataan tersebut bisa saja merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu untuk menyampaikan pendapat dengan baik dan benar kamu harus memikirkan terlebih dahulu apa yang akan kamu ungkapkan. Dengan memikirkannya terlebih dahulu perkataan kamu menjadi lebih terstruktur dan rapi, mudah dipahami oleh orang lain dan bisa meminimalisir adanya dampak negatif yang ditimbulkan.

  1. Dasari Pendapatmu Dengan Akal yang Sehat

Memang apa yang dipikirkan oleh orang-orang itu berbeda, sesuai dengan kapasitas dan cara berpikir mereka masing-masing. Tapi cobalah untuk tetap mengemukakan pendapat yang dapat diterima oleh akal sehat (Logis). Jangan memberikan pendapat yang terlalu imajinatif dan sulit diterapkan dalam kehidupan nyata. Pendapatmu juga harus dapat diperkuat secara teori dan fakta agar menjadi semakin baik dan logis.

  1. Menyampaikan Pendapat Dengan Sopan

Semua pendapat yang kamu sampaikan akan menjadi sia-sia saja jika pendapat tersebut kamu sampaikan dengan cara yang kasar dan melukai perasaan orang lain. Menyampaikan pendapat dengan sopan adalah suatu hal yang sangat penting, pendapat yang disampaikan dengan cara yang sopan dapat meningkatkan kepercayaan dan juga kualitas dari apa yang kamu sampaikan. Penyampaian pendapat dengan sopan juga dapat menjaga agar suasana dalam suatu forum tetap baik, aman, dan tentram sehingga forum dapat berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang terbaik.

  1. Utamakanlah kepentingan Umum

Pendapat yang baik adalah pendapat yang mengutamakan kepentingan umum. Hal ini memang tidak dapat dielakkan lagi. Ketika kita memberikan sebuah pendapat, pendapat itu jangan sampai hanya mementingkan kepentingan perorangan atau suatu kelompok saja, akan tetapi harus mencakup semua kepentingan umum. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat juga dapat merasakan manfaat dari kehidupan berdemokrasi dan kebijakan-kebijakan yang ditujukan pada kepentingan umum dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

  1. Jangan Menyinggung SARA

Ketika menyampaikan pendapat, cobalah sebisa mungkin untuk tidak menyinggung tentang SARA (Suku, Agama, Ras, dan antargolongan). Jika suatu saat tanpa kamu sadari ketika memberikan pendapat kamu menyinggung tentang SARA, maka kamu harus berani dan bersiap untuk mempertanggung jawabkan tentang pendapat yang kamu sampaikan, karena di negara Indonesia bahasan tentang SARA ini sangatlah sensitif dan dapat berurusan dengan pihak hukum.

Ketika sesorang sedang menyampaikan pendapatnya cobalah untuk mendengarkannya terlebih dahulu, jangan memotong pembicaraanya, selain terkesan tidak sopan kamu juga akan kurang paham nantinya dengan apa yang telah disampaikannya, sehingga kamu pun juga akan bingung untuk menanggapi pendapat orang lain. Coba dengarkan dengan seksama ketika orang lain mengeluarkan pendapatnya dan hargailah dia, dengan begitu kamu juga akan dihargai ketika mengeluarkan pendapat.

  1. Jangan Memaksakan Pendapatmu

Setiap orang bebas mengemukakan pendapatnya, jangan sekali-kali kamu mencoba untuk memaksakan pendapat yang kamu berikan. Setiap orang pastilah memiliki pola pikir yang berbeda-beda sehingga pendapatpun pasti juga berbeda. Pemaksaan suatu pendapat di dalam suatu forum dapat mengundang terjadinya keributan, untuk itu cobalah untuk selalu sabar dalam mengikuti sebuah forum sehingga hal-hal yang negatif dapat dihindari.

  1. Menerima Kritikan Dari Orang Lain

Dalam suatu forum pastilah pendapat yang kita ungkapkan juga akan dikritik oleh orang lain, dan bisa saja kritikan yang diberikan tidak mengenakkan hati, namun cobalah untuk tetap sabar dan berlapang dada, terima kritikan tersebut dengan sebaik mungkin jika memang apa yang dikritikkan itu benar adanya, namun bila yang dikritikkan itu tidak sesuai dan terkesan berusaha untuk menjelekkan pendapat yang kita berikan cobalah untuk membalas kritikkan tersebut akan tetapi tetap dengan cara yang baik dan sopan.

  1. Berlapang Dada Jika Pendapatmu di Tolak

Pendapat yang ditolak dalam sebuah forum itu sebenarnya wajar-wajar saja, karena tidak mungkin semua pendapat dari setiap orang akan diambil. Cobalah untuk berlapang dada dan tetap berpikiran positif, anggap saja bahwa memang pendapat orang lain itu memang sudah menjadi yang terbaik untuk kepentingan bersama.

  1. Ikut Melaksanakan Hasil Keputusan Bersama

Ketika sebuah keputusan telah ditetapkan bersama-sama, maka kita juga harus ikut melaksanakannya meskipun itu bukanlah pendapat kita. Cobalah untuk turut menghargai keputusan yang telah dihasilkan dalam forum tersebut, dengan begitu manfaat dari forum ataupun musyawarah yang telah dilakukan itu dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : https://www.kakakiky.id/2019/01/cara-menyampaikan-pendapat-dengan-baik.html

Categories
artikel

PPKM Level 3 Jawa-Bali: Tempat Wisata Dibuka, Usia di Bawah 12 tahun Dilarang Masuk

Pemerintah memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 di Jawa dan Bali periode 7-13 September 2021. Dalam PPKM Level 3 nantinya akan dilakukan uji coba protokol kesehatan untuk tempat wisata tertentu.

Hal tersebut tertuang pada dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4,3,2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

“Mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan kementerian kesehatan,” bunyi aturan tersebut dikutip merdeka.com, Selasa(7/9).

Dalam aturan tersebut dijelaskan, pengunjung dan pegawai wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining. Sementara itu untuk anak berumur kurang dari 12 tahun dilarang untuk memasuki tempat wisaya yang dilakukan uji coba.

“Daftar tempat wisata akan mengikuti uji coba ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” bunyi aturan tersebut.

Sebelumnya diketahui Pemerintah kembali melakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 di Jawa dan Bali periode 7-13 September 2021. Penerapan tersebut diperpanjang dengan melakukan beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat.

“Seiring dengan kondisi situasi Covid19 yang semakin baik, serta implementasi protokol Kesehatan dan penggunaan Peduli Lindungi yang terus berjalan, ada beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan dalam periode 7-13 September 2021,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers secara virtual, Senin(6/9).

 

sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/ppkm-level-3-jawa-bali-tempat-wisata-dibuka-usia-di-bawah-12-tahun-dilarang-masuk.html

Categories
artikel

Tips Dan Trik Parenting Untuk Keluarga yang Lebih Sehat

Membesarkan anak adalah kerja keras, dan tidak ada saran atau persiapan yang dapat mengubahnya. Namun, tips persiapan dan pengetahuan dapat berdampak pada hasil yang diperoleh dari kerja keras mengasuh anak. Kiat bermanfaat pada waktu yang tepat dapat membuat proses mengasuh anak menjadi lebih mudah. Lanjutkan membaca untuk mendapatkan beberapa tips yang mungkin dapat memecahkan beberapa masalah membesarkan anak.

Jika Anda mengharapkan bayi, menghabiskan banyak uang untuk perabotan kamar bayi tidak diperlukan. Anda dapat membeli versi berkualitas tinggi dari jenis barang ini di department store. Juga, tanyakan kepada teman dan keluarga apakah mereka memiliki atau mengenal seseorang yang dapat menyumbangkan barang-barang ini kepada Anda.

Transisi sulit bagi anak-anak prasekolah. Mereka cenderung menjadi frustrasi dan tantrum ketika mereka harus mengubah tugas dengan cepat.

Selalu luangkan waktu untuk diri sendiri melakukan hal-hal yang Anda sukai, tanpa anak-anak Anda. Bahkan jika Anda hanya bisa pergi selama satu atau dua jam, mintalah teman atau anggota keluarga tepercaya untuk menjaga anak-anak Anda. Stres bisa menjadi lebih baik dari orang tua yang terus-menerus merawat anak-anak mereka, dan ini mengakibatkan meningkatnya ketegangan dalam rumah tangga.

Jika anak-anak tinggal di rumah Anda, hindari merokok di dalam rumah. Sebenarnya, akan lebih baik untuk berhenti merokok sama sekali. Asap rokok sama berbahayanya dengan merokok sebenarnya. Asap rokok bertanggung jawab atas banyak masalah kesehatan pada anak, termasuk bronkitis, asma, pneumonia, dan masalah pernapasan lainnya.

Jika Anda bepergian jauh dengan mobil dengan anak kecil, pastikan Anda sering berhenti agar anak tidak bosan dan rewel. Anda akan memiliki perjalanan yang jauh lebih menyenangkan jika Anda meluangkan waktu, dengan sering istirahat untuk menghilangkan kebosanan bagi semua orang. Sisihkan beberapa menit ekstra untuk menepi di beberapa taman, restoran, atau tempat pemberhentian indah lainnya untuk beristirahat, dan beri anak-anak kesempatan untuk membakar energi itu.

Jika Anda menikahi seseorang yang memiliki anak tanggungan, ketahuilah bahwa anak tiri mungkin tidak akan langsung menerima Anda. Banyak anak yang kesal karena orang tuanya berpisah. Cobalah untuk memahami dan akhirnya Anda berdua dapat membangun ikatan yang unik.

Mengasuh anak, meskipun umum, tidak selalu datang secara alami. Meneliti melalui internet, buku, dan dari mulut ke mulut adalah cara yang bagus untuk mempelajari proses mengasuh anak. Berurusan dengan anak-anak adalah proses yang kompleks, dan setiap orang tua yang melakukannya mengembangkan beberapa pengetahuan praktis yang dapat diturunkan. Nasihat pengasuhan yang bagus untuk membantu Anda mengatasinya dapat datang dari berbagai orang dan biasanya sangat dihargai.

 

Artikel Terkait :
Tips Nasehat Pengasuhan Bagi Tua Dan Muda!

Categories
artikel

Tips Nasehat Pengasuhan Bagi Tua Dan Muda!

Hari kelahiran anak Anda mungkin merupakan salah satu hari terbaik yang dapat Anda ingat. Tidak ada ikatan seperti yang terbentuk antara orang tua dan anak. Masukkan tips dalam artikel ini untuk digunakan jika Anda ingin mempertahankan hubungan itu dengan anak Anda selama bertahun-tahun yang akan datang.

Jika Anda mengharapkan bayi, menghabiskan banyak uang untuk perabotan kamar bayi tidak diperlukan. Dimungkinkan untuk membeli boks bayi berkualitas tinggi, meja ganti, selimut, dan perlengkapan bayi lainnya dengan harga lebih murah di department store seperti Walmart. Banyak orang memberikan barang-barang bayi mereka ketika mereka selesai menggunakannya.

Pertimbangkan apa yang sebenarnya Anda katakan kepada anak Anda. Penting untuk membangun dan memelihara kepercayaan dengan anak-anak Anda.

Meskipun waktu bersama anak-anak Anda penting, penting juga untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. Ini mempertahankan identitas pribadi Anda, serta identitas Anda sebagai orang tua.

Anda tidak boleh memberi bayi atau balita Anda minuman ringan apa pun karena asam, bahan kimia, dan kafein yang dikandungnya. Berikan anak Anda minuman yang mengandung nutrisi dan vitamin saja. Susu, air, dan jus adalah contoh minuman yang baik untuk diberikan kepada anak Anda.

“Me time” sangat bermanfaat bagi orang tua dan periode waktu singkat tanpa anak-anak ini harus dilakukan secara berkala. Cari teman atau saudara yang bisa merawat anak Anda selama satu atau dua jam. Tanpa istirahat sesekali, orang tua cenderung menjadi sangat stres. Hal ini meningkatkan ketegangan dalam rumah tangga dan dapat menyebabkan ibu atau ayah membentak anak-anak mereka.

Bahan retro-reflektif sangat bermanfaat dan upgrade ke ransel tradisional untuk anak Anda. Anda dapat menemukan reflektor di toko hobi, toko perangkat keras atau koalisi keamanan lokal Anda. Ini agar anak Anda lebih terlihat oleh penjaga dan pengemudi penyeberangan, terutama di pagi hari.

Anak-anak ingin berguna, memiliki, dan memiliki rasa otonomi. Ketika Anda memberi mereka pekerjaan rumah tangga untuk dilakukan saat Anda melakukan tugas-tugas Anda, Anda membantu mereka mencapai tujuan ini. Misalnya, Anda dapat mengizinkan anak kecil Anda untuk memberi Anda beberapa piring dari mesin pencuci piring saat mengeluarkannya. Anak-anak senang membantu dengan cucian, dan dapat membantu Anda melipat, atau memberikan Anda barang-barang untuk dilipat. Tugas-tugas kecil ini akan membantu anak Anda merasa terlibat dan bertanggung jawab, sambil membantu Anda pada saat yang sama.

Sangatlah penting untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan penuh kasih dengan anak kecil Anda sehingga ketika mereka menjadi remaja, Anda akan memiliki dasar yang sehat untuk komunikasi yang terbuka. Masa remaja bisa menjadi waktu yang sulit untuk mencoba memulai sebuah kemudahan untuk berdialog. Gunakan tips yang disebutkan dalam artikel ini untuk memulai hubungan itu atau memperkuatnya.

 

Artikel Terkait :
Kata-Kata Bermanfaat Untuk Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik

Categories
Uncategorized

What is the Scalability of your Company?

What is scalability?

The term scalability defines the capacity that a company or system has to grow according to the demands without losing the qualities that add value. In practice, this means growing a business strongly and multiplying your income without increasing your costs proportionately.

Scalable companies manage to expand in a structured and sustainable way, and that is why this feature makes the eyes of many entrepreneurs shine.

To illustrate it better, I’ll give you an example.

Understanding scalability with Airbnb

If you are a born traveler, you probably know Airbnb, but I’ll explain if it is not your case.

Airbnb is an online marketplace that allows people to offer their homes for rent for guests who need temporary accommodation.

For the system to work, business idealizers only had to create a platform and make it available on the Internet. Through it, the owners and guests contact each other directly and close the deal.

How does Airbnb earn money? Simple: the company charges a commission (both from the host and the guest) for each booking made on the platform.

The business model of Airbnb allows you to increase revenues with only the disclosure of your service. That is, you do not have to spend with the hiring of professionals, logistics, or invest in the construction and maintenance of hotels or any other type of infrastructure.

This scalable method allowed Airbnb to grow rapidly and, currently, is present in about 190 countries, achieving more and more stratospheric results with practically the same expenses as always.

What are the benefits of scalability?

There are many advantages to creating a business with scalable solutions, and not only for companies. Customers can also benefit from this type of feature. Think for a moment what you would do without the applications you use daily, such as Uber and Instagram. Or without Netflix during your weekends (I would go into crisis).

Scalability allows a wide scope. In most cases, companies cross borders and internationalize their services, favoring millions of people worldwide.

And revenues increase according to that expansion in the market once the model is replicable and impacts little on production costs. Using once again the example of Netflix, the company can offer the same streaming service for one or one million users.

In addition, companies that develop scalable solutions almost always have a small but highly trained team, which improves the cohesion and strategic alignment of the business.

How to create a scalable company?

First of all, keep in mind that not all businesses are scalable. If a supermarket wanted to grow and serve more people, for example, it would depend on several factors, such as the increase in structure, hiring more professionals, and the variation of product prices to buy and resell them.

Therefore, the first step to creating a scalable company is to analyze if your business idea is compatible with scalability concepts.

For a business to be scalable, it must have three main characteristics:

  1. Be easy to teach

If you can teach your production process and other internal activities to other collaborators, your business may become scalable without you needing to be there for everything to work. This type of flexibility allows the company to expand rapidly, according to market opportunities.

  1. Be valuable

If you identified a unique opportunity and dedicated yourself to specialize in it, you are on the right track. Through specialization in a specific activity, you will distinguish yourself from the competitors, and you will add more value to the product or to the exclusive service that you offer to the market. That’s why great innovations are almost always related to scalability.

  1. Be replicable

If you can reproduce your production process and generate recurring revenue, you have great scalability potential. This indicates that your production model works and, even more important, a market is available for your expansion.

Final tips

Besides, you must evaluate your business idea’s potential and the market conditions; Is there an audience interested in your solution? Are there technological resources so you can develop your idea? Do you have the resources to start your project?

If you have positive answers to these questions, you can consider implementing scalability. But I leave you one last piece of advice: never stop innovating in your business.

Continuous improvement is essential for the survival of scalable companies. The fact of being scalable does not make the business automatically successful. Many solutions can become obsolete or even unviable over time.

Stay attentive to the needs of the public and the actions of your competitors. Keep in mind that every transformation process in your business must be well structured, and its results must be accompanied daily.

Source: https://www.completecontroller.com

Check other articles HERE

Categories
Uncategorized

Apa Skalabilitas Perusahaan Anda?

Apa itu skalabilitas?

Istilah skalabilitas mendefinisikan kapasitas yang dimiliki perusahaan atau sistem untuk tumbuh sesuai dengan tuntutan tanpa kehilangan kualitas yang menambah nilai. Dalam praktiknya, ini berarti menumbuhkan bisnis dengan kuat dan melipatgandakan penghasilan Anda tanpa meningkatkan biaya Anda secara proporsional.

Perusahaan yang skalabel berhasil berkembang dengan cara yang terstruktur dan berkelanjutan, dan itulah sebabnya fitur ini membuat  mata  banyak pengusaha  bersinar .

Untuk mengilustrasikannya dengan lebih baik, saya akan memberi Anda sebuah contoh.

Memahami skalabilitas dengan Airbnb

Jika Anda terlahir sebagai pelancong, Anda mungkin tahu Airbnb, tetapi saya akan menjelaskan jika itu bukan kasus Anda.

Airbnb adalah pasar online yang memungkinkan orang menawarkan rumah mereka untuk disewakan kepada tamu yang membutuhkan akomodasi sementara .

Agar sistem bekerja, idealis bisnis hanya perlu membuat platform dan membuatnya tersedia di Internet. Melalui itu, pemilik dan tamu saling menghubungi secara langsung dan menutup kesepakatan.

Bagaimana Airbnb mendapatkan uang? Sederhana: perusahaan membebankan komisi (baik dari tuan rumah dan tamu) untuk setiap pemesanan yang dilakukan di platform.

Model bisnis Airbnb memungkinkan Anda meningkatkan pendapatan hanya dengan pengungkapan layanan Anda. Artinya, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa profesional, logistik, atau berinvestasi dalam pembangunan dan pemeliharaan hotel atau jenis infrastruktur lainnya.

Metode skalabel ini memungkinkan Airbnb berkembang pesat dan, saat ini, hadir di sekitar 190 negara, mencapai hasil yang semakin tinggi dengan biaya yang hampir sama seperti biasanya.

Apa manfaat skalabilitas?

Ada banyak keuntungan untuk menciptakan bisnis dengan solusi terukur, dan tidak hanya untuk perusahaan.  Pelanggan juga dapat memanfaatkan fitur jenis ini. Pikirkan sejenak apa yang akan Anda lakukan tanpa aplikasi yang Anda gunakan sehari-hari, seperti Uber dan Instagram. Atau tanpa Netflix selama akhir pekan Anda (saya akan mengalami krisis).

Skalabilitas memungkinkan cakupan yang luas. Dalam kebanyakan kasus, perusahaan melintasi batas dan menginternasionalkan layanan mereka, mendukung jutaan orang di seluruh dunia.

Dan pendapatan meningkat sesuai dengan ekspansi di pasar setelah model dapat direplikasi dan berdampak kecil pada biaya produksi. Menggunakan sekali lagi contoh Netflix, perusahaan dapat menawarkan layanan streaming yang sama untuk satu atau satu juta pengguna.

Selain itu, perusahaan yang mengembangkan solusi terukur hampir selalu memiliki tim kecil namun sangat terlatih, yang meningkatkan kohesi dan keselarasan strategis bisnis.

Bagaimana cara membuat perusahaan yang skalabel?

Pertama-tama, perlu diingat bahwa tidak semua bisnis dapat diskalakan. Jika sebuah supermarket ingin tumbuh dan melayani lebih banyak orang, misalnya, itu akan tergantung pada beberapa faktor, seperti peningkatan struktur, mempekerjakan lebih banyak profesional, dan variasi harga produk untuk membeli dan menjualnya kembali.

Oleh karena itu, langkah pertama untuk menciptakan perusahaan yang skalabel adalah menganalisis apakah ide bisnis Anda sesuai dengan konsep skalabilitas.

Agar bisnis menjadi skalabel, ia harus memiliki tiga karakteristik utama:

  1. Mudah diajar

Jika Anda dapat mengajarkan proses produksi dan aktivitas internal lainnya kepada kolaborator lain , bisnis Anda dapat menjadi skalabel tanpa Anda harus berada di sana agar semuanya berfungsi. Jenis fleksibilitas ini memungkinkan perusahaan untuk berkembang pesat, sesuai dengan peluang pasar.

  1. Jadilah berharga

Jika Anda mengidentifikasi peluang unik dan mendedikasikan diri Anda untuk berspesialisasi di dalamnya, Anda berada di jalur yang benar. Melalui spesialisasi dalam aktivitas tertentu, Anda akan membedakan diri Anda dari pesaing, dan Anda akan menambah nilai lebih pada produk atau layanan eksklusif yang Anda tawarkan ke pasar. Itu sebabnya inovasi hebat   hampir selalu terkait dengan skalabilitas. 

  1. Dapat ditiru

Jika Anda dapat mereproduksi proses produksi Anda dan menghasilkan pendapatan berulang, Anda memiliki potensi skalabilitas yang besar .  Ini menunjukkan bahwa model produksi Anda berfungsi dan, yang lebih penting, pasar tersedia untuk ekspansi Anda.

Tips terakhir

Selain itu, Anda harus mengevaluasi potensi ide bisnis Anda dan kondisi pasar; Apakah ada audiens yang tertarik dengan solusi Anda? Apakah ada sumber daya teknologi sehingga Anda dapat mengembangkan ide Anda? Apakah Anda memiliki sumber daya untuk memulai proyek Anda?

Jika Anda memiliki jawaban positif untuk pertanyaan ini, Anda dapat mempertimbangkan untuk menerapkan skalabilitas. Tapi saya meninggalkan Anda yang terakhir  sepotong  saran:  tidak pernah berhenti berinovasi dalam bisnis Anda.

Perbaikan terus-menerus sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan yang terukur. Fakta bahwa skalabel tidak membuat bisnis otomatis sukses. Banyak solusi dapat menjadi usang atau bahkan tidak dapat digunakan dari waktu ke waktu.

Tetap memperhatikan kebutuhan publik dan tindakan pesaing Anda .  Ingatlah bahwa setiap proses transformasi dalam bisnis Anda harus terstruktur dengan baik, dan hasilnya harus disertai setiap hari.

Sumber: https://www.completecontroller.com

Cek artikel lainnya DISINI

 

Categories
artikel

Location symptom measurement

Location symptom measuring is one of the most important parts of patient monitoring. It is used to determine the exact location of a pain spot on the body. In order for us to be able to do this, we must know the exact location of that specific pain spot on the patient. This is an important task because if we are unable to determine the exact location of the pain in an individual, then we will never know if the proper medication is used or if a patient should even be seen by a doctor since we cannot diagnose an ailment unless we know the exact location of the pain.

Location symptom measurement is done with specialized instruments known as sensors. These instruments have been specifically designed to detect pain from specific locations. A patient’s temperature, pulse rate, blood pressure and respiration can all be detected with these sensors. These instruments are able to precisely locate the exact location of the pain without actually touching the patient in any way. From this information, doctors can then formulate a plan for treatment based on the location of the problem.

There are many different reasons why a doctor may use location as a part of a patient’s symptom. When a patient has a herniated disk or other internal injury that damages nerves in their brain, they will often report that they cannot feel anything in particular. If you were to ask a person if they felt anything different at a specific location, however, you would get an answer of, “No, I don’t feel anything at that location.” Although this may make for an effective answer, it does not actually provide enough information to tell a doctor exactly where the problem might lie which is why location is used as part of a patient’s symptom.

 

#Fakultas Psikologi Medan #Fakultas Teknik Medan #Fakultas Pertanian Medan #Fakultas Sain dan Teknologi Medan #Fakultas Hukum Medan #Fakultas Fisipol Medan #Fakultas Ekonomi Medan #Pascasarjana Medan #Sipil Terbaik #Elektro Terbaik #Mesin Terbaik #Arsitektur Terbaik #Industri Terbaik #Informatika Terbaik

Categories
Uncategorized

Study of Fayol and Taylor

Both the persons have contributed to development of science of management. The contribution of these two pioneers in the field of science of management has been reviewed as “The work of Taylor & Fayol was, of course, especially complementary. They both realized that problem of personnel & its management at all levels is the key to individual success. Both applied scientific method to this problem that Taylor worked primarily from operative level, from bottom to upward, while Fayol concentrated on managing director and work downwards, was merely a reflection of their very different careers”. They both differ from each other in following aspects: –

Taylor looked at management from supervisory viewpoint & tried to improve efficiency at operating level. He moved upwards while formulating theory. On the other hand, Fayol analyzed management from level of top management downward. Thus, Fayol could afford a broader vision than Taylor.
Taylor called his philosophy “Scientific Management” while Fayol described his approach as “A general theory of administration”.
Main aim of Taylor – to improve labor productivity & to eliminate all type of waste through standardization of work & tools. Fayol attempted to develop a universal theory of management and stressed upon need for teaching the theory of management.
Taylor focused his attention on fact by management and his principles are applicable on shop floor. But Fayol concentrated on function of managers and on general principles of management wheel could be equally applied in all.
Similarity – Both emphasized mutual co-operation between employment and employees.

Spheres of Human Activity
Fayol’s theory is more widely applicable than that of Taylor, although Taylor’s philosophy has undergone a big change Under influence of modern development, but Fayol’s principles of management have stood the test of time and are still being accepted as the core of management theory.

Psychologists View Point
According to Psychologists, Taylor’s study had following drawbacks: –

Ignores human factors – Considers them as machines. Ignores human requirements, want and aspirations.
Separation of Planning and Doing.
Dissatisfaction – Comparing performance with others.
No best way – Scientific management does not give one best way for solving problems.

 

#Fakultas Psikologi Medan #Fakultas Teknik Medan #Fakultas Pertanian Medan #Fakultas Sain dan Teknologi Medan #Fakultas Hukum Medan #Fakultas Fisipol Medan #Fakultas Ekonomi Medan #Pascasarjana Medan #Sipil Terbaik #Elektro Terbaik #Mesin Terbaik #Arsitektur Terbaik #Industri Terbaik #Informatika Terbaik

Categories
Uncategorized

Di Bawah Tekanan, Oxxo Memikirkan Kembali Toko Serba Ada

Jaringan toko serba ada Meksiko Oxxo mendominasi pasarnya—sampai saingan utamanya berlipat ganda hampir dalam semalam. Profesor Tatiana Sandino membahas bagaimana CEO Eduardo Padilla membangun budaya tim dan memperkuat sistem manajemen meskipun tetap gesit.

 

#Fakultas Psikologi Medan #Fakultas Teknik Medan #Fakultas Pertanian Medan #Fakultas Sain dan Teknologi Medan #Fakultas Hukum Medan #Fakultas Fisipol Medan #Fakultas Ekonomi Medan #Pascasarjana Medan #Sipil Terbaik #Elektro Terbaik #Mesin Terbaik #Arsitektur Terbaik #Industri Terbaik #Informatika Terbaik

Categories
Uncategorized

Impact of Situational Leadership on Performance and Motivation

Leaders are role models who influence the culture, values, thoughts and actions of the organization and its people. The leadership style practiced by managers greatly influences the performance and productivity at the work place. The situation leadership model encourages managers to flexibly use their leadership style based on the situation and thus achieve effective results. Both at the middle managerial level where leaders work closely with people and at higher managerial level where leaders are responsible to a number of people, their approach has an impact on the motivational levels of the organization.

A leader needs to constantly inform him/herself of the motivational needs of the employees, one of simple factors of success cited in the organizations is a motivated workforce. The 4 leadership style of Telling, Selling, Participating and Delegating proposed in the situational leadership model can be used as per the motivational need of the subordinate. For example, for a senior manager who has been recently recruited and who boasts an illustrious career graph would need more responsibilities and opportunities to prove himself i.e. Delegating to remain motivated. On the other hand a fresher joining the organization may look at more Telling and a little participative approach to keep him/her motivated. A leader has to carefully evaluate and then decide on the right approach for the subordinate.

Situational Leadership has all the more relevance when teams work together especially across functions or locations. In these cases the team members might be physically separated from the leaders and the work situations might rapidly change, in such cases, maintaining the involvement and motivation level of team members becomes important. To create a high performance team that works effectively, the style that the leader would have to choose may be unique for each team.

Apart from this, a leader has to provide a vision to the people; it is the visions which help them direct and redirect their efforts towards it. In the recent times where changes are rapid in the organizations, the leaders have to be fully sensitized to what style would work the best, sometimes they might have to use a combination of styles to address issues effectively. For e.g. for a new change that is being introduced, the initial approach has to be Selling, where people are educated about the change, the next step becomes Telling, where the people have to be instructed as to how the change would be carried out. When the change starts settling in and people adopt it, they style can become Participating, where the people get an opportunity to partner in the change and take it ahead. The last change would then become delegating when the change can now be carried on by the others. The ultimate aim of any leader is to smoothly arrive at a stage where he/she can easily delegate tasks without worrying about its completion or effectiveness.

The leadership style also has a bearing when leaders are to act as mentors and coaches for their subordinates. The learning style of the subordinates can be interpreted in the terms of Telling, Selling, Participating and Delegating. Some subordinates learn when they know exactly what is to be done, some learn when they know the importance of the task, some learn when they understand the how of what is to be done, and ultimately some learn when they are actually allowed to perform the task. When a leader acts as a coach he/she has to keep in mind what works best for the coachee and the fact that what works for one might not work for the other.

 

#Fakultas Psikologi Medan #Fakultas Teknik Medan #Fakultas Pertanian Medan #Fakultas Sain dan Teknologi Medan #Fakultas Hukum Medan #Fakultas Fisipol Medan #Fakultas Ekonomi Medan #Pascasarjana Medan #Sipil Terbaik #Elektro Terbaik #Mesin Terbaik #Arsitektur Terbaik #Industri Terbaik #Informatika Terbaik